Berita Foto Selengkapnya

Masyarakat Komunitas Adat Terpencil Belum Ikut Kb

25 Oktober 2013 | 13:33 WIB | Dibaca 28 kali

Musirawas (ANTARA Sumsel) - Masyarakat Komunitas Adat Terpencil di wilayah Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, belum mau ikut dalam program Keluarga Berencana.

"Setiap keluarga di kalangan komunitas adat terpencil (KAT) Musirawas rata-rata 10 anak dengan kondisi kehidupan sehari-hari yang sangat terbatas dan memprihatinkan," kata Camat Rawas Ulu Burlian,Kamis.

Warga KAT di wilayah itu terdapat di sungai Kijang atau sekitar 166 kilometer dari Kota Lubuklinggau, mereka sudah membaur dengan masyarakat setempat di desa itu, namun kehidupan mereka masih memprihatinkan.      

Pihaknya secara ruitn sudah mensosialisasikan program KB dan cara hidup sehat, namun tetap saja masyarakat terasing itu tidak mau melupakan kebiasaan mereka sejak nenek moyangnya hidup terbelakang.

Selain itu kondisi rumah warga KAT di desa sungai kijang sebagian masih belum layak huni, meskipun sudah beberapa kali diusulkan ke Dinas Sosial Kabupaten Musirawas.

"Kami sudah mengusulkan bantuan ke Dinas Sosial Pemkab Musirawas berupa bahan bangunan untuk sekitar 25 KK warga KAT setempat, dengan harapan cepat terealisasi," ujarnya.

Selain itu pihaknya akan mengusulkan pembanguan saran/prasana lainnya seperti air bersih dan pembangunan jalan , sehingga wilayah itu berubah status dari daerah tertinggal, ujarnya.

Desa Sungai Kijang berjarak sekitar delapan kilometer dari jalan lintas sumatera atau 166 kilometer dari Kota Lubuklinggau itu, masih memiliki jalan tanah dan koral, sehingga sulit untuk dijangkau saat musim penghujan,

Seorang warga KAT di Desa Sungai Kijang Madan mengatakan, mereka belum bisa mengikuti program KB karena hidup sehari-hari masih serba kekurangan.

"Kami terfokus untuk memiliki rumah layak huni seperti warga lain di desa ini, namun akibat ketidak mampuan ekonomi maka terpaksa  harus dihuni gubuk seadanya," katanya.

Ke 25 kepala keluarga (KK) warga KAT itu saat ini menghuni rumah gubuk berdinding papan kualitas rendah berukuran 4x4 meter dan berlantai tanah.

Rumah tak layak huni itu merupakan bantuan dari Dinas sosial Kabupaten Musirawas beberapa tahun silam, berupa satu meter kubik kayu dan satu kodi seng.

Untuk mendirikan rumah itu pihaknya asal-salan dan hingga saat ini tidak memiliki dapur dan lantai tetap tanah, bila saat musim hujan lokasi itu banjir.

Rumah tak layak huni itu dihuni sebelas orang terdiri anak dan istri, namun untuk mengembangkan rumah itu pihaknya tidak mampu, sedangkan bangunan yang lama mulai rapuh.

"Jangankan membangun rumah, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja tidak cukup," katanya.

Kepala Dinas Sosial  Kabupaten Musirawas Zailan membenarkan bahwa warga KAT di daerah itu belum ikut ber KB termasuk warga KAT di Kecamatan Rawas Ilir.

"Kita masih mencari penyebabnya bahwa warga KAT itu belum mau ber KB, padahal pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi program KB, namun tidak ada hasilnya," ujarnya.

Berdasarkan data dari Januari-September 2013 KAT yang paling banyak berada di Kecamatan Nibung, sedangkan anak usia sekolah mencapai 146 orang.

Untuk menekan pertumbuhan keluarga KAT itu, pihaknya  berharap mereka bisa menjalan program KB yang telah dianjurkan Pemerintah Kabupaten Musirawas sejak dulu, ujarnya.

Berita Lainnya

Pemkab Muba Berikan Penghargaan Dibidang Kesehatan Pada Puncak Hkn Ke - 54

25 Oktober 2013 | 13:33 WIB

 

SEKAYU, - Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke – 54 Tahun 2018. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memberikan sejumlah penghargaan kepada Beberapa Camat, Kades, Tokoh Masyarakat, Perusahaan dan lain-lainnya yang berperan dibidang kesehatan.


Semarak Hkn Ke-54 Dinkes Gelar Berbagai Lomba

25 Oktober 2013 | 13:33 WIB

 

SEKAYU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar berbagai rangkaian perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Kamis (22/11).

 

Digelarnya kegiatan lomba di Lapangan Dinas Kesehatan setempat tersebut, dimaksudkan [...]

Dinkes Muba Lakukan Transmission Assessment Survey (tas) Tahap Pertama

25 Oktober 2013 | 13:33 WIB

 

Sekayu, - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin bekerja sama dengan Dinkes Provinsi Sumsel, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Palembang menggelar pertemuan Survei Evaluasi Pasca POPM Filariasis Transmission Assessment Survey (TAS) di Ruang [...]

Pertemuan Audit Maternal Perinatal Tahun 2018

25 Oktober 2013 | 13:33 WIB

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar pertemuan Audit Maternal Perinatal dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang dari 28 Puskesmas yang ada diwilayah kerja Dinkes Kabupaten Muba, Rabu (21/11/18) . 

Acara yang berlangsung di Hotel Randik Sekayu [...]

Rapat Koordinasi Dinas Kesehatan Dan Jajarannya

25 Oktober 2013 | 13:33 WIB

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dr. H. Azmi Dariusmansyah, MARS saat memimpin Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Dinkes Muba, Kamis (15/11/18). Rapat Koordinasi dihadiri oleh Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Kepala Sub Bagian dari Dinkes Muba, Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator

 

 

Dalam [...]

Kembali